Laporan Praktikum Regresi Non Linear

I. COVER

LAPORAN PRAKTKUM REGRESI NON LINEAR


Laporan Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah;
Praktikum Metode Kuantitatif Bisnis, Kelas; 02

(Nomor Komputer: 11)

Jadwal Lab
(Rabu10MKB)

Laboran:
Ridwan Saputra, S.Pt., M.Si.





Disusun Oleh:

Raihan Al Mundzir
NPM: 2305102010032

L ABORATORIUM STATISTIKA DAN SOSIAL
DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2025


II. LATAR BELAKANG

        Regresi non-linear adalah metode statistik yang digunakan untuk memodelkan hubungan antara variabel ketika hubungannya tidak linear. Berbeda dengan regresi linear, yang mengasumsikan hubungan linear antara variabel dependen dan independen, regresi non-linear memungkinkan hubungan yang lebih kompleks dengan menggunakan persamaan non-linear untuk menyesuaikan data. Model regresi non-linear dapat memiliki berbagai bentuk, seperti fungsi polinomial, eksponensial, logaritma, pangkat, atau sigmoid, dan lain-lain. Pilihan bentuk tertentu bergantung pada sifat data dan teori yang mendasarinya.

    Untuk memperkirakan parameter model regresi non-linear, berbagai teknik dapat digunakan, termasuk metode iteratif seperti algoritma Gauss-Newton atau algoritma Levenberg-Marquardt. Metode ini secara iteratif menyesuaikan parameter model untuk meminimalkan perbedaan antara nilai prediksi dan data teramati. Model regresi non-linear berguna dalam banyak bidang, termasuk biologi, ekonomi, fisika, teknik, dan ilmu sosial, di mana hubungan antar variabel sering kali lebih kompleks daripada hubungan linier sederhana. Dengan menggunakan regresi non-linear, peneliti dapat memperoleh wawasan tentang mekanisme yang mendasarinya dan membuat prediksi berdasarkan data yang diamati.

       Regresi non-linear akan berguna ketika hubungan antara variabel dependen dan independen tidak dapat diprediksi. Regresi linear menyediakan fungsi hubungan linear yang sesuai dengan variabel dependen dan independen. Model non-linier membantu memodelkan keacakan dalam hubungan antara parameter. Regresi non-linear membantu menangkap hubungan kompleks antara parameter. Untuk fenomena dunia nyata seperti ekonomi, yang memiliki faktor pengaruh yang kompleks, regresi non-linear akan berguna. 

       Regresi non-linear juga membantu mengungkap hubungan tersembunyi antara parameter. Manfaat lain dari regresi non-linear adalah dalam pemilihan fitur dalam pemodelan prediksi, dan juga dalam membangun interpretabilitas ke dalam model prediksi. Tantangan dengan regresi non-linear adalah kemungkinan overfitting data. Karena ada beberapa maksimum dan minimum lokal, lebih sulit untuk mengidentifikasi parameter optimal untuk model prediksi. Model juga lebih sensitif terhadap noise dan efek keseluruhan noise akan diperkuat. Intensitas komputasi dan kebutuhan data besar untuk analisis adalah batasan lainnya.

        Regresi non-linear memungkinkan hubungan yang lebih kompleks antara variabel dengan menggunakan persamaan non-linear untuk memodelkan data. Regresi non-linear melonggarkan asumsi linearitas dan dapat menangkap pola lengkung atau non-linier dalam data. Model regresi non-linear dapat mengambil berbagai bentuk, seperti fungsi polinomial, eksponensial, logaritmik, pangkat, atau sigmoid. Pilihan bentuk tertentu bergantung pada data dan teori yang mendasarinya. Regresi non-linear memerlukan estimasi parameter persamaan non-linear, yang biasanya dilakukan dengan menggunakan metode iteratif. Singkatnya, perbedaan utama antara regresi linear dan regresi non-linear adalah asumsi tentang hubungan antara variabel.



III. TINJAUAN PUSTAKA

       Regresi adalah salah satu metode statistika yang digunakan untuk menganalisa hubungan sebab akibat antar variabel bebas dan variabel terikat. Regresi yang paling umum digunakan adalah regresi linear dengan fungsi Y = b 0 + b 1 X 1 + e. Fungsi tersebut mempunyai batasan untuk data yang mempunyai hubungan linear saja. Jikat variabel bebas dan terikat tidak berhubungan linear, maka estimasi parameter yang dihasilkan tidak optimal dan menghasilkan kesalahan atau error yang besar. Salah satu solusinya adalah menggunakan fungsi non-linear atau dikenal dengan regresi non-linear.

          Regresi Non-Linear merupakan alternatif untuk mendeskripsikan hubungan non linear yang terjadi antara peubah respon dan perubah terikat. Regresi non-linear adalah suatu metode untuk mendapatkan model non-linear yang menyatakan hubungan variable dependen (Y) dan independen (X). Tidak seperti regresi linear, yang dibatasi oleh waktu menaksir atau meramal, regresi non-linear dapat mengistemasi model hubungan variable dependen dan independen dalam bentuk non-linear dengan keakuratan yang baik. Regresi non-linear adalah jenis analisis statistik yang digunakan untuk memodelkan hubungan antara variabel dependen dan satu atau lebih variabel independen yang tidak mengikuti pola linier (garis lurus) (Firmansyah et al., 2025).

        Regresi Non-Linear adalah bentuk analisis regresi di mana hubungan antara variabel independen dan dependen dimodelkan oleh persamaan non-linier. Tidak seperti regresi linear, yang mencocokkan garis lurus dengan data, regresi non-linear mencocokkan data dengan kurva. Kurva ini dapat berbentuk berbagai macam, seperti eksponensial, logaritmik, atau polinomial, tergantung pada hubungan yang mendasarinya dalam data. Intinya, regresi non-linear mengidentifikasi dan memodelkan hubungan kompleks yang tidak dapat ditangkap secara memadai oleh metode linear. Dengan menyesuaikan model non-linear dengan data, hal ini memungkinkan fleksibilitas dan ketepatan yang lebih tinggi dalam memprediksi hasil. Metode ini khususnya berguna dalam bidang seperti biologi, ekonomi, dan teknik, di mana hubungan antara variabel sering kali menunjukkan non-linier (Haridanti et al., 2020).

          Regresi linear menganggap bahwa perubahan pada variabel independen sebanding atau secara tetap dengan perubahan pada variabel dependen. Namun, dalam bidang seperti biologi, ekonomi, pertanian, dan ilmu lingkungan, hubungan antar variabel seringkali kompleks dan tidak linear. Solusi untuk menangkap pola data yang melengkung, berfluktuasi, atau memiliki hubungan yang berubah seiring waktu atau tingkat variabel adalah regresi non-linear (Mujahid dan Arif Tiro, 2022).

     Regresi Non-linear dalam SPSS menawarkan metode statistik canggih untuk menganalisis kumpulan data kompleks yang hubungan antar variabelnya tidak linear. Memahami dan memanfaatkan teknik ini dapat meningkatkan akurasi dan daya prediksi analisis data Anda secara signifikan. Selain itu, SPSS banyak digunakan dalam penelitian sosial dan agribisnis untuk menerapkan model regresi non-linear. Dalam penelitian sosial, model eksponensial digunakan untuk menganalisis hubungan antara pendapatan dan konsumsi, atau pengalaman kerja dan produktivitas. Dalam penelitian agribisnis, SPSS digunakan untuk menganalisis hubungan antara faktor produksi, seperti pupuk, tenaga kerja, dan luas lahan, dengan hasil produksi; hubungan ini seringkali tidak linear. 

        Salah satu perbedaan antara regresi linear dan non-linear adalah bahwa yang pertama mengasumsikan hubungan garis lurus antara variabel dependen dan independen, yang berarti bahwa setiap perubahan pada variabel dependen mengakibatkan perubahan proporsional pada variabel independen. Sebaliknya, regresi non-linear memungkinkan hubungan yang lebih kompleks, memungkinkan data untuk disesuaikan dengan garis lengkung yang lebih baik untuk menggambarkan. Kedua, metode untuk menghitung parameter yang berbeda antara kedua jenis regresi ini digunakan. Untuk mengurangi perbedaan antara nilai yang diamati dan yang diprediksi, regresi linear biasanya menggunakan teknik kuadrat terkecil. Sebaliknya, regresi non-linear menggunakan algoritme iteratif untuk menemukan kurva yang paling sesuai. Ini termasuk algoritme seperti metode Gauss-Newton atau Levenberg-Marquardt. Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar dan kemampuan regresi non-linear untuk memodelkan pola data yang kompleks (Utami et al., 2021).

    Dengan menggunakan persamaan non-linear untuk menunjukkan hubungan antara variabel, model non-linear lebih baik menangani kompleksitas data dunia nyata daripada model linear, karena mereka menggunakan kurva daripada garis lurus. Model non-linear dapat mengambil berbagai bentuk, seperti fungsi pangkat, polinomial, eksponensial, dan logaritmik, yang masing-masing sesuai dengan berbagai jenis hubungan data. Secara praktis, model non-linear memberikan harapan yang lebih besar.


IV. DATA


V. OUTPUT


VII. REFERENSI

  • Firmansyah, M. R., Pertahanan, U., dan Indonesia, R. (2025). Analisis Regresi Non-Linear Terhadap Penyebaran Penyakit Pneumonia di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Jendela Matematika. 3(01), 1–6.
  • Haridanti, S., Adawiyah, R., Ariadne, G. S., Putri, F. A. Y., & Ulfa, Z. (2020). Analisis Regresi Non-Linear Model Logistik. Seniati3(2), 62–67.
  • Mujahid, W., & Arif Tiro, M. (2022). Pemodelan Laju Inflasi Dengan Menggunakan Regresi Non-Linear Berbasis Algoritma Genetika (Kasus: Kota-Kota di Pulau Jawa). VARIANSI: Journal of Statistics and Its Application on Teaching and Research4(1), 20–29.
  • Utami, G. F., Suhaedi, D., dan Kurniati, E. (2021). Perbandingan Metode Regresi Linier dan Non-Linier Kuadratik Pada Peramalan Penjualan Air Minum Comparison of Quadratic Linear and Non-Linear Regression Methods In Forecasting Drinking Water Sales. Jurnal Matematika, 20(2), 33–41.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Regresi Linear

Laporan Resume Materi Praktikum